Dokter Atau Artis Jangan Buat Kami Memilih (I)

Minggu, 12 Juni 2011 07:00
dr. Tompi, dr. Sonia Wibisono, dr. Boyke dan dr. Lula Kamal, foto: dok. WomanKapanlagi

Vemale.com - Sosok The Doctors yang pertama, dokter yang murah senyum dan sedikit gemulai, kita mengenalnya sebagai dokter seksologi. Kalau urusan problematika seks, dokter ini paling pintar mengemasnya tanpa membuat kita bingung dengan bahasa kedokteran yang kadang tidak banyak dimengerti. Dr. Boyke, dengan sosok yang begitu hangat ini tidak banyak diketahui kehidupan pribadinya.

Keinginannya untuk menjadi seorang dokter sudah dimiliki sejak ia berumur 6 tahun, tepat 1 tahun setelah seorang dokter berhasil menyelamatkan sang ibu dari keguguran. Menurutnya pekerjaan dokter itu sakti, bisa menyembuhkan orang sakit. Perjuangan menjadi seorang dokter pun cukup panjang dan getir untuk seorang anak tentara. Ia bahkan sempat harus menunda bimbingan tes karena tidak sanggup dalam biaya.

Kini setelah menjadi dokter pun ia masih harus mendapatkan banyak cobaan. Cemooh banyak orang dia terima, tidak terkecuali dari rekan sejawatnya. Ia seolah dianggap mempermainkan profesi dokternya, dianggap tidak serius karena ketenarannya sebagai selebritis.

“Apa kata orang lain tentang diriku adalah urusan orang lain, yang menjadi urusanku adalah apa kataku tentang diriku,” begitu tandas dokter yang telah menyelingi hidupnya dengan aktivitas di dunia hiburan, mulai dari menyanyi, seni peran hingga beberapa film pun pernah ia lakoni, mulai dari “Drop Out”, “Cintaku Selamanya”, hingga “Basah” yang membuat dirinya berlakon dengan idolanya, Meriam Bellina. Dokter yang menyebut dirinya “Entertaining Doctor” ini memang sangat mencintai dunia seni, saat inipun ia sedang mencintai hobinya, yaitu melukis.

Jika menjadi dokter adalah cita – cita dr. Boyke sejak kecil, lain lagi dengan dokter satu ini, dr. Lula Kamal. Bahkan tidak terbersit olehnya bahwa ia akan menjadi seorang dokter. Dulu, dia hanya mencintai matematika. Ia sangat handal di urusan hitung menghitung, jurusan A1 semasa SMA, membuat sang bunda memilih untuk meneruskan pendidikannya di jurusan kedokteran.

“Dulu waktu masih di tingkat 2 sampai 3, rasanya cuma ingin cepat–cepat lulus, namun makin ke sana saya makin menikmati. Sesudah di klinik ketemu pasien saya makin mencintai pekerjaan ini, apalagi kalau sudah lihat pasien sembuh dari penyakitnya,” ujar Lula dengan senyum manis dalam kesempatan press conference buku The Doctors.

Keuntungan lain dari sifatnya yang ‘bawel’ alias tidak berhenti bicara, juga membawanya ke dunia entertainment. Ia memang sosok yang selalu aktif semasa remaja dulu, mulai dari kontes Putri Kampus hingga Abang – None Jakarta, sesuatu yang bisa membunuh rasa bosannya. Jadi finalis Abnon 1990, membuka kepopuleran Lula. Banyak tawaran main film dan sinetron silih berganti, namun baru setelah lulus Lula menerima tawaran sebagai seorang presenter dan menjadi tonggak awal menapaki dunia entertainment hingga saat ini. Pertanyaan yang paling ia benci adalah saat ia ditanya mengenai pilihan, antara memilih profesi dokter atau entertainer, karena bagi Lula keduanya tidak didapatkan dengan mudah, semua dengan perjuangan. Meski kadang ada saatnya harus memilih salah satu, Lula mengaku sangat bangga bisa melakukan keduanya hingga saat ini.

Kisah dua The Doctors berikutnya, Dokter Atau Artis? Jangan Buat Kami Memilih (II). (vem/ana/miw)



 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11    Last