Sukses

Lifestyle

Darwati, PRT Manis di Semarang Lulus Cum Laude dengan IPK 3,68

Status pekerjaan bukanlah menjadi halangan bagi seseorang untuk berprestasi di dunia pendidikan. Hal ini rupanya dibuktikan oleh sosok wanita muda cantik pekerja keras yang bernama Darwati. Dilansir oleh Merdeka.com (23/5), wanita berusia 23 tahun ini berhasil menyabet gelar cumlaude atau predikat tertinggi dalam ujian di perguruan tinggi.

Darwati diwisuda sebagai sarjana administrasi niaga Universitas 17 Agustus (Untag) pada Kamis, 21 Mei 2015. Perjalanannya menempuh pendidikan strata satu ini bukan tanpa halangan. Meksipun susah, namun ia tetap bekerja keras.

Darwati yang bekerja sebagai PRT sejak tahun 2010 ini lulus SMA Muhammadiyah 5 Todanan. Tak memiliki biaya untuk melanjutkan kuliah, tekad Darwati untuk mengecap pendidikan di perguruan tinggi harus tertunda.

"Memang sejak lulus sekolah menengah atas (SMA) saya ingin kuliah, namun terhambat biaya. Makanya, saya memilih bekerja dulu," kata gadis kelahiran 20 februari 1992 itu.

Darwati bahkan smepat mencoba peruntungan ke ibu kota namun ternyata ia hanya mampu bertahan seminggu dan memutuskan kembali ke Jawa Tengah. Akhirnya Darwati kut orang berjualan es campur selama 3 minggu.

"Setelah itu, saya sempat ikut kerja berjualan es campur di kampung. Ya, kira-kira tiga minggu saya kerja di sana, namun belum sempat gajian karena saya keburu pindah kerja," katanya.

Ia pun mendapat tawaran bekerja sebagai PRT di keluarga drg Lely Atasti Bachrudin, di Grobogan. Saat itu ia masih belum terbayang bisa meneruskan pendidikan.

"Suatu waktu, saya 'nggremeng' (bergumam) ingin kuliah. Mungkin didengar sama Bapak (majikan). Beberapa hari setelah itu, Bapak tiba-tiba bilang saya boleh 'nyambi' kuliah," ungkapnya.

Keinginannya didukung oleh ayahnya. Sang majikan pun mengungkapkan bahwa sang ayah datang padanganya dan menyampaikan keinginan Darwati untuk kuliah. Beruntung sang majikan mengizinkan. Setelah beberapa waktu Darwati mengetahui bahwa ternyata sang ayah tak pernah menemui majikan.

Darwati pun segera mencari informasi dan ia menyisihkan sebagian gajinya untuk kuliah. Untuk berangkat kuliah, Darwati harus menempuh jarak sekitar 50 kilometer menaiki bus, meski terkadang menumpang kawannya yang kebetulan berasal dari Grobogan. Ia bahkan terkadang diminta oleh majikan untuk menemani sang anak yang juga tinggal di Semarang. Darwati akan tinggal di Semarang jika ia ada jadwal kuliah.

Selama berkuliah ia sering diejek karena ia merupakan seorang PRT. Walaupun begitu ia tetap semangat untuk membuktikan bahwa ia juga bisa berprestasi. Kini, Darwati berhasil mewujudkan mimpinya meraih gelar sarjana dan menjadi kebanggaan kedua orang tuanya, bahkan sanggup meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,68 atau cumlaude.

 "Yang mengejek, ya, pasti ada, namun saya anggap angin lalu. Untuk dana, saya sisihkan uang gaji, kadang saya pinjam teman, kadang juga diberi uang saku sama Bapak (majikan)," pungkasnya.

(vem/ivy)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading