Sukses

Lifestyle

Nenek Rela Tinggal di Ruang Sekolah Sempit Agar Cucu Bisa Sekolah

Kasih sayang yang tulus tak hanya bisa di dapat dari orangtua saja, tapi dari kakek dan nenek kita pun bisa kita dapatkan.

Seperti dilansir dari china.org.cn, seorang nenek bernama Huang Linxiu (61) rela tinggal di asrama sempit berukuran 10 meter persegi. Huang tinggal di sana bersama tiga orang cucunya dan nenek lain yang sama-sama menemani cucunya belajar di sekolah tersebut.

Huang telah menemani cucunya selama tujuh tahun, dan kehidupan sulit baginya. Suaminya meninggal pada bulan Desember 2013. Setelah itu ia tak hanya harus berurusan dengan tugas-tugas rumah tangga, tetapi juga merawat cucu-cucunya.
Nenek Huang harus menggendong cucunya yang paling kecil untuk berobat | foto: copyright chinadaily.com.cn
Kota asalnya tidak memiliki jalan aspal sehingga dia harus bolak-balik jalan kaki. Dibutuhkan 3 jam berjalan kaki dari sekolah hingga ke rumahnya.

Sekolah Dasar Phoenix terletak di sebuah desa terpencil di Yong'an, Guangxi Zhuang, China. Karena letaknya di ketinggian bukit, wilayah ini seringkali disebut plato Tibet kecil.

Tak satupun dari cucunya yang berada dalam kesehatan yang baik. Suatu hari, cucunya mengalami demam tinggi di malam hari, dan dia tidak punya pilihan selain membawa cucunya ke pusat kesehatan di tengah hujan deras.
Huang harus menanam sayuran sendiri agar menghemat pengeluaran | foto: copyright chinadaily.co.cn
Selain itu, Huang sendiri menderita tekanan darah tinggi dan diabetes, sehingga dia harus menghabiskan uang 300 yuan atau sekitar Rp 600 ribu untuk obat setiap bulannya. Dia juga harus menghemat uang agar dapat membeli buah-buahan bagi cucunya.

Hidup Huang sangat sederhana. Setiap hari ia bangun pukul tujuh untuk memasak sarapan dan memakaikan pakaian cucunya. Di pagi hari, Huang pergi untuk mencuci pakaian dan memotong kayu bakar. Pada tengah hari, dia membawa mie beras untuk cucunya. Pada sore hingga malam hari ia bercocok tanam pada sepetak tanah yang diberikan sekolah secara gratis. Huang mengulangi rutinitas ini setiap hari.
Huang sedang membuat sapu sendiri | foto: copyright chinadaily.com.cn
Huang hanya bersekolah hingga kelas empat. Ia tidak memiliki pengetahuan tentang dunia luar. Dirinya mengaku jika tak tahu jalan jika harus bepergian jauh. Dia juga tidak mengerti papan rute di stasiun. Dirinya takut untuk pergi keluar mencari pekerjaan. Saat ini, semua pekerjaan membutuhkan orang dengan keterampilan komputer dan kemampuan bahasa Inggris.
Ruang asrama sempit tempat Huang tinggal bersama nenek lain dan cucunya | foto: copyright chinadaily.com.cn
Bagi Huang, pengetahuan adalah bagian paling penting dari kehidupan. Dia mendorong anak-anaknya untuk pergi ke luar mencari pekerjaan sementara dia tinggal bersama cucunya.
Huang memberi kabar keadaan cucunya kepada anaknya | foto: copyright chinadaily.com.cn

Meskipun berat, Huang selalu berusaha untuk menerima dan menikmati setiap tantangan yang ada. Bisa melewati setiap tantangan selalu menyuntikkan semangat baru pada dirinya dan itulah yang membuatnya bisa lebih kuat.

Semoga Huang dan cucunya bisa mendapat kehidupan yang lebih baik. Perjuangan untuk mendapatkan pendidikan memang sangat berarti. Kita harus bersyukur mendapatkan pendidikan di kota besar dengan banyak fasilitas.

(vem/chi)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading