Sukses

Lifestyle

Hidup Dan Bersosialisasilah, Jangan Hanya Bersocial Media

Ada berbagai macam pengguna social media dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang suka curhat lewat status sampai 10 kali sehari. Ada yang senang membagi foto-foto menyenangkan. Ada juga yang lebih suka pasif dalam menggunakan akun social media mereka. Alasannya karena terlalu banyak hal yang harus diurus dalam kehidupan atau memang mereka tak terlalu berminat dengan social media. 

Sejak kehadiran Facebook dan berbagai jejaring social lainnya, kehidupan manusia tampak makin canggih dan menyenangkan. Tapi, mari kita lihat sejenak. Itu hanyalah apa yang kita lihat dari social media belaka. 

Jejaring sosial kini bukan hanya bagian dari teknologi. Melainkan ada banyak sekali dinamika psikologis manusia masa kini di sana. Anda bisa melihat video ini untuk memahami dengan jelas. 

Video copyright Youtube/Highton Bros

Seperti apa yang kita lihat, kita pun ingin orang melihat kita dengan profil yang sudah kita 'ciptakan'. Di social media, semua orang bisa menjadi siapapun yang mereka inginkan. Namun, apakah kita benar-benar hidup seperti itu? Itu adalah pertanyaan untuk diri kita sendiri.

Namun percayalah, tak semua yang kita lihat di social media, benar-benar seperti apa yang terjadi di dunia nyata. Bisa jadi hanya kebohongan, hanya pencitraan, atau hanya bias pikiran kita dalam memahami maksudnya saja. Inilah yang membuat social media kerap membuat penggunanya jadi sedih, down atau mengalami rasa kurang percaya diri melihat dunia sekitarnya 'hanya lewat social media'.

Photo copyright Pinterest.com

Tidak ada yang salah dengan social media. Hanya saja, 'hidupkan' kehidupan nyata Anda. Sekedar menghidupkan 'karakter' Anda di social media bukanlah hal yang berarti kalau Anda sendiri tak demikian adanya. Sometimes, turn off your gadget, get the adventures out there and live to the fullest. 

(vem/gil)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading