Sukses

Fashion

Dari Tulang Ikan Paus Hingga Keharmonisan Rumah Tangga, Seperti Inilah Sejarah Pakaian Dalam Wanita

Ladies, dalam memilih pakaian dalam, selain model yang lucu tentunya yang tak kalah penting adalah kenyamanannya. Saat ini, pakaian dalam telah didesain dengan bahan yang lembut dan tidak menyiksa, tak seperti ratusan tahun yang lalu.

"Bakar semua korset!" adalah ungkapan seorang aktivitas wanita bernama Elizabet Stuart Phelps di tahun 1873. Ya, pada zaman dahulu pakaian dalam (termasuk korset) dirancang sedemikian rupa dengan bahan-bahan yang tak nyaman dengan berbagai tujuan. Namun semenjak protes yang dilayangkan kaum feminis mulai merebak, para desainer pakaian dalam mulai menyadari dan mengubah rancangan pakaian dalam wanita menjadi lebih nyaman dan sehat bagi para wanita.

Lalu, seperti apa sih sejarah pakaian dalam yang kita kenakan hingga saat ini? Dilansir oleh fastcodesign.com, inilah kisahnya.

(vem/wnd)

Berakhirnya Era Korset Yang Menyiksa

Pada zaman dahulu, para wanita mengenakan korset dengan penyangga yang terbuat dari tulang ikan paus atau besi-besi ringan. Tujuannya adalah untuk membuat tubuh wanita berbentuk seperti jam pasir yang berlekuk. "Dengan punggung yang lurus dan payudara yang disangga dengan baik, penampilan wanita jadi lebih seksi pada waktu itu," ujar Collen Hills, seorang desainer pakaian dalam.

Namun sejak abad ke-19, para pejuang feminis mulai tersadar akan masalah kesehatan yang diakibatkan pemakaian korset yang menyiksa, misalnya kerusakan kulit dan pembengkakan organ tubuh. Hal ini mulai menyadarkan pada desainer pakaian dalam untuk membuat korset yang lebih nyaman, tetap bisa menopang tubuh dengan baik, dan terbuat dari bahan yang lebih ringan yaitu coraline.

Lingerie Membantu Harmonisnya Hubungan Suami-Istri?

Berabad tahun yang lalu, para istri berupaya menyenangkan suaminya. "Pada awal abad ke-20, lingerie dianggap sebagai benda penting dalam kehidupan cinta yang bahagia dan pernikahan yang harmonis," ujar Hill. "Dengan mengenakan lingerie yang bagus, para istri di masa tersebut menganggap suami mereka akan puas di tempat tidur dan tidak tergoda dengan wanita lain."

Tetapi kebahagiaan pernikahan dengan cara ini membuat para wanita lelah. Mereka ingin kenyamanan dan kesehatan yang lebih baik. Akhirnya di tahun 50-an, mulai diciptakan bra yang terbuat dari sutra. Bra ini terasa ringan dan lembut sehingga dikenal dengan nama bra-less. Era bra-less ini pula dianggap sebagai era kebebasan para istri dari belenggu sebagai 'pemuas' hasrat seksual semata.

Korset Masa Kini

Di akhir abad ke-20, lingerie dan korset cantik banyak diproduksi oleh desainer Vivienne Westwood dan Jean Paul Gaultier. Lingerie tak hanya dianggap sebagai simbol keagresifan namun juga fashion yang cantik bagi para perempuan. Memakai lingerie tak hanya bertujuan memuaskan suami tetapi juga memuaskan penampilan penggunanya. Saat ini pun berbagai lingerie lucu dan mewah hadir dan menjadi pilihan.

***

Bagaimana menurut pendapat Anda, Ladies? Jenis pakaian dalam apa sih yang Anda sukai dan apa alasannya? Yuk ceritakan dalam kolom komentar berikut ini.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading