Sukses

Fashion

Yogie Pratama Hadirkan Konsep Gaun Pernikahan Lebih Ringan Berkarakter Kuat

Busana-busana dramatis seperti gaun-gaun panjang, siluet mermaid, loose, dan sentuhan fringe, hingga material klasik nan sensual jadi salah satu ciri khas dari desainer muda Yogie Pratama. Desainer yang telah dua tahun mengenyam pendidikan di L’ecole de la Chambre Syndicale, Paris dengan jurusan fashion design ini memang memiliki ciri khasnya sendiri dalam setiap desain karyanya.

 Foto: dok. Vemale                 

Koleksinya pada pagelaran busana The Raffles Romance Wedding Fair 2015 yang digelar di The Raffles Jakarta, mengilustrasikan sisi keagungan dan kelembutan sifat maskulin. Yogie pun memasukkan unsur-unsur kemewahan di seluruh rancangannya. 

"Koleksi kali ini bukan pengulangan tetapi penggabungan dari rangkaian koleksi kemudian saya mix sehingga selaras satu sama lain," kata Yogie saat ditemui disela-sela sebelum perhelatan fashion show dimulai, di The Raffles Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan Jumat 15 Mei 2015. 

Lebih lanjut Yogie menjelaskan 8 koleksinya dengan unsur ornamen bunga-bunga yang dipakainya dan penggunaan warna soft seperti warna maufe abu-abu sedikit pink. Siluet korset yang dipilih memberikan kesan klasik dan romantis, tak sekadar feminin biasa.

"Lebih kebanyakan cocktai ya. Dan kesannya maskulin, karena banyak klien yang datang kepada saya punya karakter kuat mereka tahu yang mereka mau itu maskulin. Jadi koleksi saya buka Princess banget tapi lebih pop up," ucap Yogie. 

"Konsep rambut perempuan sederhana dan juga tidak over make up. Sekarang ini lebih intimate atau personal, sehingga membuat suatu wedding yang tidak biasanya, kali ini kesan ringan dan karakternya kuat," jelas Yogie. 

Bagaimana dengan Anda, Ladies? Apakah Anda setuju dengan Yogie Pratama bahwa konsep busana pernikahan sekarang ini cenderung lebih ringan dan karakter kuat? 

(vem/yun/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading